Thursday, May 16, 2013

200 B.C.




 

Ini adalah masa dimana saya menghayati zaman sebelum teknologi ada.
Signal tidak menjangkau dirinya, dia berada berminggu-minggu di tengah lautan.
Signal telepon pun tidak dapat menghampiri saya, saya tersembunyi dibalik lembah pegunungan.
Menyampaikan surat tak tentu kapan sampainya.
Siapa juga yang akan menyampaikan.
Merpati pos pun tak ada.
Rasa dan cerita hanya tertuang pada puluhan rangkaian kata2 picisan.
Yang saya rangkai dalam angan, ataupun digoreskan pena.
Tanpa alamat tujuan.
Yang saya tau, saya sendiripun akan menertawakannya setelah ini semua berakhir.
Saya (terpaksa) tidak butuh sinyal.

Love is in the air.

Ada di udara, dan saya menghirupnya setiap hari :)

Saturday, April 20, 2013

My Sky is Cloudy, How's Yours There?



Tengadah ke Langit,
Ada gumpalan awan berarak meninggalkan saya.
Tersapu lembut oleh hembusan angin,
Pergi ke arah dirinya berada.
Entah akankah mereka sampai menaungi belahan bumi sana
Sampai belahan bumi dimana kekasih saya bernafas.
Dia Yang hadirnya masih dipermainkan puluhan deburan ombak.
Yang keberadaannya masih disembunyikan oleh pelukan langit.
Yang Berada ratusan kilometer tak terjangkau panca indera.
Inginnya parade gumpalan titik2 air itu sampai kesana.
Meneruskan rasa ini.
Sebab saya tak dapat menyampaikannya sendiri.
Menyampaikan kata rindu yang kepingannya sudah saya tabung selama beberapa purnama.
Merangkai kasih, memetakan cinta.
Rasa dari relung hati yang teruji dengan kuat.
Melampaui batas jarak dan perbedaan waktu.
Karena kita tahu.
Sebaiknya cinta memang bukan hanya sekedar ada,
Harusnya dia akan tumbuh setiap hari.
Lalu saya,
dan kamu,
Akan berpegang erat padanya,
Sehingga dia, Sehingga cinta
tidak akan pernah pergi

-uma-

Tuesday, December 25, 2012

Reading her Blog: Supernichanemon


 
Salah satu hobi saya dalam mengisi waktu luang kala jaga malam, ya browsing.
*kayaknya bukan hobi deh, emang itu cara semua orang buat killing time. Hahahaa*

Dan setiap kali saya selalu menyempatkan membaca blog org2 terdekat, tentu saja adik saya juga.
In somehow, saya merasa melihat dan membaca blog-nya akan mengobati keinginan saya bercengkrama langsung dengannya, tapi ternyata tidak sama sekali. Yang ada tambah ingin pulang, berbagi hari bersama seperti biasanya dahulu.

Dia adik saya, anak manis kesayangan orang banyak. Dengan tingkah ceria kekanak-kanakan dan hati yang lembut, tipe orang yang siapapun gak kan tega memarahi.
Dia yang dulu besarnya persis setengah dari kenampakan saya, sekarang kami bagaikan teman sebaya jalan sama-sama.
Dari anak kecil yang hobi-nya copycat semua kelakuan saya, sudah menjadi wanita kreatif mandiri, yang sering menginspirasi.

Waduh, jadi tambah kangen.