Saturday, April 20, 2013

My Sky is Cloudy, How's Yours There?



Tengadah ke Langit,
Ada gumpalan awan berarak meninggalkan saya.
Tersapu lembut oleh hembusan angin,
Pergi ke arah dirinya berada.
Entah akankah mereka sampai menaungi belahan bumi sana
Sampai belahan bumi dimana kekasih saya bernafas.
Dia Yang hadirnya masih dipermainkan puluhan deburan ombak.
Yang keberadaannya masih disembunyikan oleh pelukan langit.
Yang Berada ratusan kilometer tak terjangkau panca indera.
Inginnya parade gumpalan titik2 air itu sampai kesana.
Meneruskan rasa ini.
Sebab saya tak dapat menyampaikannya sendiri.
Menyampaikan kata rindu yang kepingannya sudah saya tabung selama beberapa purnama.
Merangkai kasih, memetakan cinta.
Rasa dari relung hati yang teruji dengan kuat.
Melampaui batas jarak dan perbedaan waktu.
Karena kita tahu.
Sebaiknya cinta memang bukan hanya sekedar ada,
Harusnya dia akan tumbuh setiap hari.
Lalu saya,
dan kamu,
Akan berpegang erat padanya,
Sehingga dia, Sehingga cinta
tidak akan pernah pergi

-uma-

Tuesday, December 25, 2012

Reading her Blog: Supernichanemon


 
Salah satu hobi saya dalam mengisi waktu luang kala jaga malam, ya browsing.
*kayaknya bukan hobi deh, emang itu cara semua orang buat killing time. Hahahaa*

Dan setiap kali saya selalu menyempatkan membaca blog org2 terdekat, tentu saja adik saya juga.
In somehow, saya merasa melihat dan membaca blog-nya akan mengobati keinginan saya bercengkrama langsung dengannya, tapi ternyata tidak sama sekali. Yang ada tambah ingin pulang, berbagi hari bersama seperti biasanya dahulu.

Dia adik saya, anak manis kesayangan orang banyak. Dengan tingkah ceria kekanak-kanakan dan hati yang lembut, tipe orang yang siapapun gak kan tega memarahi.
Dia yang dulu besarnya persis setengah dari kenampakan saya, sekarang kami bagaikan teman sebaya jalan sama-sama.
Dari anak kecil yang hobi-nya copycat semua kelakuan saya, sudah menjadi wanita kreatif mandiri, yang sering menginspirasi.

Waduh, jadi tambah kangen.

Thursday, November 22, 2012

I'm Going Home



Six months far away from my city,
Far away from my beloved ones.

Berada di bumi paling timur tanah air tercinta.

Without significant homesick,
Tanpa tersiksa oleh kerinduan.
Perasaan yang ada seolah tak berharga seperti logam seratus perak, yang sudah tak bernilai untuk apapun, yang keberadaannya kadang sudah diganti dengan bungkusan permen di supermarket.
Rindu yang ada seperti ditabung sekeping demi sekeping, masuk perlahan tapi pasti ke dalam celengan tanah liat.
Hingga berasa seperti saat ini, saat celengan kepenuhan, Tidak muat, tidak lagi sanggup menahan kepingan rindu. Memompa hasrat membuncah untuk berkata segera pada kedua tangan,

"Banting! Pecahkan Celengannya!!"

36.000 kaki melayang di atas permukaan laut.
Terbang lurus ke arah barat.

Kotaku, mari bercinta lagi.

-uma-

http://rri.co.id/Upload/Berita/pesawat_masa_depan_nasa-2.jpg